Jakarta, postbantennews.com.
Dengan perkembangan teknologi informasi di dunia maya, kini menjadi malah baru lagi.
Rencana akan ada kabar buruk bagi Indonesia-China tentang perkembangan teknologi AI.
Hal ini mengkuatirkan bahwa AI akan di berikan kebebasan dalam penguna AI, akan merusak tatahanan kedua Negara.
Banyak yang di rugikan seperti produksi, manusia, dan vigur dan orang lain, bisa di ubah-ubah.
Bisa saja, di buatkan lelucon dan mengalabui aslinya.
“Kami mengewatirkan pada penguna AI bisa menyalagunakan, ini akan merugikan orang lain”, ujarnya Dr. Henry SE,.M.Si salah satu Dosen di Banten.
Menurut dia, bahwa penguna AI harus tidak gegabah dan sembarangan mengunakannya.
Jika perlu, Kata Henry, bahwa Gambar, Vidio dan Audio bisa menyalah gunakan dengan merugikan orang lain.
Menurut informasi China berupaya untuk melindungi masyarakat saat menggunakan AI. Caranya dengan membuat rancangan peraturan baru.
Untuk memperkuat keselamatan dan etika saat peluncuran teknologi tersebut.
Aturan itu dirancang untuk produk dan layanan AI yang berorientasi pada konsumen.
Yakni layanan dengan sifat kepribadian seperti manusia dan melibatkan interaksi emosinal penggunanya, dikutip dari Reuters, Senin (29/12/2025).
Menurut Mrs. Cline Winser, Sasaran aturan adalah produk dan layanan dengan pola pikir, gaya komunikasi, interaksi secara emosional menggunakan tools seperti teks, gambar, audio, hingga video.
Aturan tersebut akan menggunakan pendekatan kewajiban perusahaan AI dalam menyediakan produknya kepada masyarakat. Salah satunya menyediakan peringatan pada penggunaan yang berlebihan.
“Hal ini perlu buat aturan agar kedua negara bisa terjalin harmonis”, ucap Mrs. Cline Winser.
(HENGKI / FERI)




