Kok bisa bapak menjadi Mendikbud dan Riset, Jangan dipilih “Orang tolol”

Jakarta, postbantennews.com

Anita Anggota DPR-RI marah-marah pada mendikbud dan Riset Nadiem Makarim saat di tanya diam-diam saja, tolong jawab pak Nadiem? di Sidang Paripurna Dewan di ruang sidang Jakarta.

Jika Bapak tidak pecus bekerja lebih baik mengundurkan diri dari Kabinet Jokowi.

Bidang Study Agama di hilangkan, apakah tidak berpikir bahwa agama itu bentuk krakter siswa.

Selama ini bapak sebagai menteri Pendidikan Kebudayaat dan Riset, belum ada itu programnya yang prestasi, kok bisa bertahan di Mendikbud dan Riset.

Sebelum hancur pendidikan lebih baik, bapak mengiudurkan diri, karena antrian orang yang jadi menteri, bejubel pak.

“Kok bisa bapak menjadi Mendikbud dan Riset, Jangan dipilih “Orang tolol” karena tidak tau tu Foksi”, katanya Anita DPR RI

Anita Ibu Anggota DPR RI ini cukup judes, menyampaikan kepada Mendikbud Nadim Makarim karena Guru guru dan Guru Agama di Daerah terpencil di pelosok-pelosok desa bertahun-tahun tidak dapat P3K juga

Guru agama Kristen sedang-kan perjuangan mereka berjalan melalui lembah dan sungai yang begitu besar di sebrangi para guru-guru dan Guru agama agar anak anak Siswa/siswi menjadi harapan bangsa.

Sebagai generasi penerus untuk kebutuhan Nusa dan Bangsa ini yang lain mendapatkan P3K terus dimana keadilannya?

Ibu DPR RI menyampaikan ke kecewaannya terhadap Mendikbud Makarim sedangkan mereka sudah korban untuk memberi pelajaran mendidik tentang pendidikan Agama nyatanya

Terus Bapak kretaria seperti apa?, bertahun-tahun tidak dapat yang diharapkan para guru-guru dan Guru agama tak juga mendapatkan P3K sampai belasan Tahun.

“Mereka berbakti mendidik anak anak Siswa /siswi yang di harapkan mereka sirna begitu saja, program suadara itu tidak jelas”, ujarnya dikutip dari Tiktok dan Youtube.

Sebentar lagi tentang pelajaran agama di tutup putuslah harapan mereka dan tidak mendapatkan P3K sampai belasan tahun

“Ya tidak tahu cara masuk program kedepan berhenti saja jadi menteri, mereka memang harapkan hanya mimpi di siang hari, berbohong dan mencetak generasi korupsi”, tuturnya

Kata Anita, Karana menjadi pahlawan tampa jasa, dimana keadilannya ? Putuslah harapan mereka karena si tolol”?

( Sahat red / deniyanti ).

Related posts