Deliserdang sekitar 5.873,06 Hetar Tanah Negara di kusai oleh Pihak Pengembang.

Medan, postbantennews.com

Daerah yang bermasalah dan sengketa di Daerah Deli Serdang, Langkat ,Binjai ,termasuk,Gudang Asap , Bulu Cina, Kamparan Perak, Kota Rantang, menurut data Kementerian ATR /BPN Nusron Wahid Lahan Negara ex HGU PRPN II sejumlah 5873.06 Hektare, Medan, Sumatra Utara (20/05).

Sampai sekarang tidak dikembalikan jadi Tanah Negara termasuk Lapang Bola yang dipagari tembok besar Oknum Rahmat Ormas berbaju loreng merah 4,8 Hektare dari total 54 Hektare penuh tragedi kemanusiaan Penggusuran paksa oleh alat beko penghancuran rumah warga dengan alat berat.

Jika hal ini tidak ada tindakan terhadap Sarana Sekolah Rakyat PAUD dihancurkan sisi kelam perintah, KBP Ag oknum Polres agitatif suruhan Pengembang pengusaha hitam oligarkhi jahat oknum Citra land.

Miris kali dinamika penjajahan terhadap sesama anak bangsa sendiri, empaty mati rasa dan tega tragedi kemanusiaan ,rakyat diusir paksa penyelamatan diri di tengah berkecamuknya warga desa Sampali melawan di kota tempat kelahiran awak.

“Namun apa daya kami hanya rakyat kecil ,kami lari tunggang langgang melawan Penzolinan sadis tidak berprikemanusiaan itu ,serta merta melanggar HAM lnternational , terhadap anak anak kecil tidak berdosa , yang tengah asyik bersekolah”, katanya Prof. Dr. Henry Aktivis dari Dosen Hukum FH Jakarta.

Menuntut beliau, bahwa ilmu untuk masa depan bangsa kelak jadi pemimpin NKRI dari Sampali, sekitar kejadian Desember 2003 di Jl. Kesuma Harapan, Sarana lbadah pun seperti Gereja, masjid dihancurkan menimhulkan kemarahan sangat warga melawan oleh tragedi berdarah.

Di Balik kasus ini ia dibeking oleh Oknum aparat, tangis pilu dan air mata pembangkangan apacyang disebut pembangunan strategis Nasional Citra Land, membuat Trauma psycho war warga yang sadis menginjak injak norma Hak Azasi penduduk asli pribumi.

“Kami Rakyat Sampali tidak bergeming satu jengkal tanah pun tidak berkepri kemanusiaan dan tidak berahlaq nurkharimah nilai nilai bermoral PANCASILA dan UUD.45 sirna”, katanya Warsin Warga.

Menurut warga, bahwa Pemda setempat dan Ka BPN Ir.B Delu Serdang hanya membela pengusaha oligarkhi Cutra Land dalam gercepnya mengejar keuntungan pribadi sesaat itu .jadi Hunian The New metropolitan baru Pembangunan kawasan berkharakter Bisness Citra Land hunian termahal

Apa yang di lakukan oleh oknum Pemda Deliserdang diduga sekongkol bangun mall, apartemen, property, sauna pack kolam renang, danau buatan, cluster mewah dan mahal namun hasilnya penghuni rakyat pribumi hancur di sengsarakan.

“Kami ini rakyat miskin terpinggirkan termasuk kampung namboru yang sudah Lansia menuntut keadilan, Nenek moyang kami tinggal, kini di poranda oleh pendatang dari China, pribumi ngontrak di rumah sendiri, Kami 20 tahun jadi Ketua Komite Pendidikan Sampali”, ujar Srikandi PPPA-PPPO Bunda Farida Sebayang dan suruh diam saja menyaksikan kebiadapan terjadi…??!!.

Norma hati nurani langkah itu harus dihentikan oleh keberanian patriot sejati Jiwa Korsa sosok TNI AD, tokoh anak Sampali bernama Mayjend TNI AD (P) Prof Dr W Silitonga SH MA di kala itu. beliau teriak lantang untuk hadir dengan membawa surat tugas khusus.

“Agar menghentikan kebejadan pengrusakan,penyerobotan ,penghancuran paksa,penin dasan terstruktur ,massive oknum KBP.Ag Polres ,namun akhirnya di Stopnya dari BIN Jakarta.

Beliau pun atas nama Rakyat Sampali juga ketika itu segera menemui Gubernur Tengku Prop. Sumatera Utara. Gubernur pun terus berjanji akan mengembalikan Tanah rakyat yang sudah didiami lebih dari 60 tahun itu.

Namun kebohongan publik terjadi ketika Gubernur baru Eddy Rahmayadi dilantik , polemik politik kotor membela pengusaha olugarkhi Citra Land kotor, politik nonsens yang akan mengembalikan Tanah tanah,

“Namun rakyat dibuat menjerit sadisme main hakim sendiri ,penggusuran sistemik ga punya hati nurani ,seperti perang di Ghaza saja ,Tanah kami yang diserobot pengembang Citra Land pengusaha hitam oligarkhi itu”, katanya Prof.Dr. Wilson Langlake.

(dr. Bernard)

Array
Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *