google.com, pub-5724752989811170, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Tingkat senyum para kebahagiaan masyarakat banten teganggu, karena hasil bumi tidak normal

Serang, postbantennews

Kebahagian itu hasil petaninya harus di salurkan berdasarkan monity penduduk banten. Soalnya hasil bumi masyarakat saat panen bingung majual kemana masa pademic, Tingkat senyum para kebahagiaan masyarakat banten teganggu, karena hasil bumi tidak normal, jumat (31/12)

Masyarakat senang, jika hasil bumi masayarakat dapat tersalurkan baru mereka terdapat senyum indah. Badan Pusat Statistik (BPS) merilis Indeks Kebahagiaan 2021. Hasilnya, masuk 10 besar Banten 69,08 persen menjadi daerah dengan indeks kebahagiaan paling rendah se-Indonesia,

Dari Bulan ke tinga jutuh pada Bulan September 2021 lalu, menyalurkan bahan hasil bumi seperti, Singkong, Padi, tangkil dan Ternak yang belum belum normal

Maka tingkat nahagia berkurang, setelah disusul oleh Bengkulu 69,74, Papua 69,87, Nusa Tenggara Barat 69,98, Jawa Barat 70,23, Nusa Tenggara Timur 70,31, Sumatra Utara 70,57, DKI Jakarta 70,68, Aceh 71,24, dan Sumatra Barat 71,34.

Menurut BPS, pada 2021, tingkat kebahagiaan penduduk Indonesia diukur dari tiga dimensi, yakni kepuasan hidup (life satisfaction), perasaan (affect) dan makna hidup (eudaimonia).

Menanggapi soal indeks kebahagiaan Banten terendah se Indonesia, Ujang Giri Juru Bicara Gubernur Banten  menyampaikan bahwa kebahagiaan dapat dilihat dari aspek kesejahteraan sosial.

“Menurut saya ukuran kebahagiaan seseorang itu bisa dilihat dari aspek kesejahteraan sosial,” ujar pria yang akrab disapa Ugi. (31/12/2021).

henry/mian/pn

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments