google.com, pub-5724752989811170, DIRECT, f08c47fec0942fa0

sudah mulai penerapan fungsi tatanan bernegara, pihak pusat tidak boleh banyak campur urusan Aceh

sudah mulai penerapan fungsi tatanan bernegara, pihak pusat tidak boleh banyak campur urusan Aceh

Banda Aceh, postbantennews.com

Aceh, sudah mulai penerapan fungsi tatanan bernegara, pihak pusat tidak boleh banyak campur urusan Aceh, karena Aceh akan memberlakukan undang-undang No. 11 tahun 2006 dan tentang pengaturan Daerah Aceh

Raja Keumangan, berpendapat, Seluruh tenaga pendidik atau  guru di Aceh tidak boleh mendapatkan sanksi pidana karena perbuatannya saat mendidik siswa di sekolah dalam mengembangkan akhlak anak dan budi pekerti dan cara mendidik.

Hal tersebut dikatakan Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Aceh (DPRA) Teuku Raja Keumangan.

“Profesi guru wajib dilindungi agar tidak dihukum hanya gara-gara mendidik anak di sekolah, karena Aceh saat ini sudah berlakuan penerapan syariat Islam,” kata Teuku Raja Keumangan, Senin (15/2).

Menurutnya, Menuntut ilmu saat ini di Aceh telah memiliki undang-undang sendiri yakni Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh, yang mengatur dengan jelas penyelenggaraan pemerintahan dan kehidupan masyarakat di Aceh.

Bahkan Aceh juga sudah memiliki Undang-Undang Nomor 44 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Keistimewaan Aceh dan hal ini telah lama berlaku di Aceh, demi terciptanya aceh dan makmur.

Selain itu, kata dia, Aceh juga sudah menjadi daerah yang diberikan otonomi khusus dalam hal penyelenggaraan hukum syariat Islam, sehingga dalam pelaksanaan pendidikan di lembaga pendidikan, aturan hukum tersebut juga harus diberlakukan.

“Jadi, ke depan tidak ada lagi pihak-pihak yang mencoba mengganggu penerapan syariat Islam di Aceh dengan dalih pelanggaran hak asasi manusia (HAM), edangkan ham berlakunya negara-negara yang non muslim.

 Aceh sudah punya hukum tersendiri sesuai undang-undang yang sah dan hal itu juga bagian dari hak asasi manusia,” kata Teuku Raja Keumangan secara tegas.

Teuku Raja juga menegaskan,

Sekali lagi, saat ini kondisi generasi muda di Aceh sangat memprihatinkan karena banyak generasi muda yang terjerumus ke dalam pergaulan bebas, penggunaan narkoba, serta berbagai tindakan kriminalitas. (Raja Indra/henri/pn)

sponsor

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments