Seorang Oknum ASN Depag Lebak, kesal pintu masuk-keluar lambat di buka, kesal keluarkan pistol. - POSTBANTENNEWSPOSTBANTENNEWS google.com, pub-5724752989811170, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Seorang Oknum ASN Depag Lebak, kesal pintu masuk-keluar lambat di buka, kesal keluarkan pistol.

Lebak, postbantennews.com

Warga yang buka tutup jalan yang menujuh ke Kantor Depag Lebak, Banten membuat geger warga setempat.

Diduga ASN di kabar ngantor di Depag Lebak, membuat warga trauma oleh Oknum ASN Depag.

Kini Pihak Polisi sedang menangani kasus pemukulan terhadap warga setempat.

Dalam keterangan dari warga Djubai (40) bahwa kami telat membuka pintu buka-masuk arah ke kantor Depag Kab Lebak.

“Timbul aragon dan sempat cekcok, dan waktu itu, mobil depannya ASN lambat berjalanya, sehingga emosi”, katanya

Menurut Kapolsek Malingping AKP Sugiar SH, Aksi koboy jalanan oknum PNS Departemen Agama (Depag) yang mengamuk dan melakukan pemukulan ke warga yang sedang menjaga antrian tutup buka di pembangunan jalan Simpang Bayah. Senin (2/1/2023).

Aksi tak terpuji oknum PNS menakuti warga dengan pistol air softgun dan melakukan pemukulan terhadap berapa warga yang sedang menjaga, dan juga melakukan pemukulan terhadap seorang warga di sekitar lokasi kejadian.

Pria tersebut belakangan diketahui bernama Septi Danamiharja Als (Ibing) seorang PNS Depag. Aksi koboi nya sempat viral di beberapa Grup WhastApp,

Aksi arogansi PNS yang melakukan pemukulan ke sejumlah warga kurang lebih sepuluh orang membuat beberapa korban.

Tak cukup sampai disitu, oknum PNS bahkan menodongkan pistol Airsoft gun dan mengancam ke beberapa warga yang ada di lokasi, sehingga warga yang sempat mengejar merasa ragu dan takut.

Menurut informasi dari saksi yang dihimpun awak media di lapangan, oknum PNS tersebut awal mula menerobos masuk dengan kecepatan tinggi dan terperosok ban sebelah kiri sehingga diteriaki warga.

Sempat turun melakukan pemukulan terhadap warga di sekitar akibat menerobos paksa antrian menggunakan mobil Kijang dengan nopol B 1769 NYB,

Ketika ban kiri terperosok kemudian diteriaki warga sekitar, sehingga oknum PNS sempat mengamuk di jalanan dan memukul warga yang sedang melakukan penjagaan antrian di jalan dan sempat memukul seorang warga.

“Awalnya dia berhenti sebentar dan tak lama melaju kencang dan diteriakin warga sehingga orang tersebut turun nyamperin saya, dan saya kira dia mau apa, datang ke saya memukul dan menendang

Saya, tapi saya gak melawan ketika orang tersebut melakukan pemukulan, kira kira jam 12.00 WIB.

Saya kira dia anggota Buser, dan orang tersebut ketika memukul saya dikejar sama warga dan orang tersebut lalu mengambil pistol di mobil, warga pun takut ketika melihat pistol.

Akhirnya saya lari karena takut di tembak, yang kena pukul banyak ada kurang lebih sepuluh orang yang paling parah saya kena pukul di wajah dan kena tendang di perut.

Dan kami melaporkan kasus ini ke Mapolsek Malingping biar diproses,” ujar saksi di lokasi kejadian.

Aksi arogansi oknum PNS Depag berakhir di laporkan warga ke Mapolsek Malingping terkait pemukulan yang membabi buta ke beberapa warga yang ada di lokasi.

Awak media mengkonfirmasi Kapolsek Malingping AKP Sugiar SH, terkait diamankannya oknum PNS Depag, pelaku pemukulan ke beberapa warga.

“Dari pihak Kepolisian harus tahu dulu riwayatnya, memang kalau pengakuan dari pihak keluarganya kan stress sudah 10 hari. dikutip bantenmore.com

Kalo memang dia itu tidak sakit jiwa otomatis itu kembali ke pihak pelapor lanjut dan tidaknya. Makanya akan ke Rumah Sakit Jiwa dulu untuk dites kejiwaannya di Rangkas.

Kami juga tidak mudah percaya begitu saja. Untuk saat ini kami amankan dulu,” ujar Kapolsek.

Insiden tersebut juga sempat mengundang perhatian pengguna jalan hingga menimbulkan kemacetan.

Saat ini, kasus oknum PNS yang bertindak bak koboi jalanan itu ditangani oleh jajaran Polsek Malingping.

Hasan / deni / postn

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments