
Jakarta, postbantennews.com
Kasi Penkum Kejati Banten Ivan H Siahaan mengatakan pihaknya telah menekan lagi dan mendapatkan barang bukti sebidang tanah.
Tim Kejaksaan bersama pengadilan Negeri Serang menyita aset sebidang tanah dan lengkap dengan bangunan.
Diduga jumlah korupsi sekitar 65 milyar oleh pihak kredit di bank Banten.
“Kami menyita lagi anggaran dana anggaran dari bank Banten, yang di lakukan terdakwa menyalahi peruntukan”, katanya Kasi Penkum Kejati Banten Ivan H Siahaan
Tim penyidik dari Kejati Banten kembali melakukan penyitaan terhadap aset yang terkait korupsi pemberian kredit modal kerja dan kredit investasi Bank Banten ke PT HNM senilai Rp 65 miliar tahun 2017.
Kali ini, sebidang tanah di Gambir, Jakarta Pusat disita seluas 131 meter persegi.
“Penyitaan barang bukti berupa tanah dan bangunan di Cideng Barat Nomor 2C, Kelurahan Duri Pulo, Kecamatan Gambir,” kata Kasi Penkum Kejati Banten Ivan H Siahaan, Serang, Selasa (30/8/2022).
Tanah dan bangunan itu kata Ivan adalah yang diagunkan oleh PT HNM saat mengajukan kredit modal kerja dan kredit investasi untuk pembangunan Tol Pematang Panggang-Kayu Agung, Palembang.
Penyitaan ini ia tegaskan sudah berdasarkan surat penetapan pengadilan.dikutip detikNews.com
Deni / postn
Related Posts
Supaya majelis hakim yang menyidangkan Perkara ini Menyatakan sah ketua terpilih H Munadi sebagai ketua kadin hasil muktab 26,Oktober 2022 di hotel Arya duta LiPo Karawaci
Jika jalan yang sudah di bangun sudah rusak, tetapi tidak ada keinginan untuk membongkar, yang sudah rusak, korupsi.
LQ Indonesia Lawfirm kembali merilis Kasus merosotny citra kepolisian Republik Indonesia yang tunduk denga Kerah putih.
Anak pejabat pajak bisa merasa super power dan menganiaya korban hingga koma.
Budi Pembina Abdesi Kecamatan Teluknaga, Bahwa pengunaan dana Desa harus tranfaran
No Responses