Negara Swis menerima perdagangan Indonesia mencapai surplus neraca perdagangan sebesar Rp10,37 triliun

Jakarta, postbantennews

Negara Swis menerima perdagangan Indonesia mencapai surplus neraca perdagangan sebesar Rp10,37 triliun terhadap Swiss pada semester pertama tahun ini (Januari-Juni 2021). Prediksi Rp. 10, 37 triliun, tercapai di waktu masa triwulan Juni ini.

Pasalnya Eskpor ke Swis memang dari masai covid-19 ini, Terjadi peningkatan nilai ekspor Indonesia ke Swiss pada hampir semua komoditas ekspor utama, kecuali untuk logam mulia, perhiasan, permata, menurut keterangan tertulis KBRI Bern yang diterima di Jakarta, Rabu.

Ekspor logam mulia, perhiasan, permata mengalami penurunan yang cukup signifikan dari Rp14,97 triliun pada semester pertama 2020 menjadi Rp9,58 triliun pada periode yang sama tahun ini.

Penurunan itu mengakibatkan surplus neraca perdagangan Indonesia-Swiss mengalami penurunan dari Rp13,03 triliun pada semester pertama 2020 menjadi Rp10,37 triliun pada periode yang sama tahun ini.

Namun demikian, peningkatan ekspor cukup signifikan terjadi pada komoditas minyak atsiri, perabot (mebel), produk tekstil rajutan, dan alas kaki, yakni masing-masing sebesar 36 persen, 22 persen, 17 persen, dan 15 persen.

Sepuluh komoditas ekspor utama Indonesia ke Swiss, berdasarkan urutan nilai ekspornya, adalah  logam mulia, perhiasan/permata, alas kaki, produk tekstil bukan rajutan, produk tekstil rajutan, perlengkapan elektrik, perabot, kopi, minyak atsiri, mesin turbin dan suku cadang serta kimia organik.

Situasi pandemi global berdampak cukup signifikan terhadap surplus perdagangan Indonesia-Swiss pada semester pertama tahun ini. Swiss melakukan pelonggaran kebijakan pembatasan kegiatan ekonomi dan sosial sejak 26 Juni 2021. (henry/samsie/pn/ant)

sponsor

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments