Kejati Banten menetapkan tersangka baru dari ASN BPN Lebak dan Calo. - POSTBANTENNEWSPOSTBANTENNEWS google.com, pub-5724752989811170, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Kejati Banten menetapkan tersangka baru dari ASN BPN Lebak dan Calo.

Jakarta – postbantennews.com

Lsm Maria Sopia. ketua maki mengatakn bila perlu tangkap yang berhubungan dengan masyarakat mafia tanah itu.

“Bagi yang mengalihkan tanah warga yang bukan hak miliknya dapat di pudana dan melawan hukum”, kta Maria Sopah ketua LSM di Lebak

Menurut Maria, ia sudah angkat bicara lagi terkait korupsi, pihak aparat hukum tangkap kedua yang langsung berhubungan warga pemilik tanah.

Kejati Babten dalam minggu ini akan menetapkan tersangka baru dari ASN yang prantara.

Kini pihak Kejati, akan mempersiapkan surat penangkapan tersangka baru, itu hasil pengembangan kasus baru.

“Kami akan menetapkan beberapa orang lagi dari calo dan ASN, itu hadil pengembabgan kasus”, katanya Kasi Penkum Kejati Banten Ivan H Siahaan, belum lama ini.

Menurut Kasi Penkum Kejati Banten Ivan H Siahaan, bahwa ada beberapa orang tersangka baru yang di tangkap. “Dalam minggu ini, kami a

Kejati Banten kembali menahan satu tersangka terkait kasus mafia tanah yang melibatkan eks Kepala BPN Lebak Ady Muchtadi.

Pihak swasta berinisial EHP ditahan lantaran diduga melakukan suap dan gratifikasi dalam pengurusan tanah.

“Tim penyidik Kejati Banten melakukan penahanan terhadap tersangka EHP terkait korupsi penerimaan suap gratifikasi pada kantor BPN Lebak 2018-2021,” kata Kasi Penkum Kejati Banten Ivan H Siahaan kepada wartawan di Serang, Senin (22/11/2022).

Tim penyidik Kejati, menurut dia, memeriksa EHP pada pukul 14.00 WIB. Tersangka ini sebelumnya sakit karena COVID-19 untuk dilakukan pemeriksaan.

Setelah pemeriksaan pada hari ini, tersangka kemudian langsung dilakukan penahanan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor Print-1280/M.6/Fd.1/11/2022 tanggal 22 November 2022.

“Selanjutnya, EHP dilakukan penahanan di Rutan Serang selama 20 hari ke depan,” ujarnya.

Ivan menerangkan bahwa kasus ini dilakukan pada 2018-2021 oleh eks kepala BPN yang berstatus sebagai PNS.

Tersangka lain adalah honorer berinisial DER, yang merupakan calo tanah bersama tersangka Maria atau Maria Sopiah.

Tersangka EHP adalah anak Maria Sopiah. Suap dan gratifikasi itu diduga untuk mempermudah permohonan atas tanah.

“Oknum ASN tersebut mengurus pendaftaran hak atas tanah di Lebak menggunakan dua rekening dengan perkiraan dana yang masuk dalam transaksi sebesar Rp 15 miliar,” katanya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, eks Kepala BPN Lebak Ady Muchtadi ditetapkan tersangka pada Senin (20/10) lalu.

Penetapan tersangka ini termasuk untuk honorer BPN berinisial DER, Maria Sopiah, dan anaknya, EHP. Dikutip detiknews.com

Maria Sopiah tidak ditahan di tahanan rutan karena mengalami penyakit terkait keterbatasan mobilitas, diabetes, gastropati, colitis, dan menggunakan kursi roda.

Deni / hasan / postn

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments