Seorang ibu warga Manyaran, Semarang Barat, DF (50) harus menghadapi anak kandungnya AP (26), warga Salatiga

Seorang ibu warga Manyaran, Semarang Barat, DF (50), di tuntut anak kanedungnya

 

Semarang, postbantennews.com

Seorang ibu warga Manyaran, Semarang Barat, DF (50) harus menghadapi anak kandungnya AP (26), warga Salatiga, di Pengadilan Negeri Kota SalatigaDF digugat perdata oleh anak kandungnya tersebut.

Setelah menguras energinya saat mengurus perceraian dengan suaminya, DF yang sehari-hari menjadi Aparatur Sipil Negara di salah satu OPD Pemprov Jateng itu kini digugat perdata oleh anak kandungnya yang merupakan mahasiswa kedokteran di salah satu PTS di Yogyakarta.di kutip jpnn

“Digugat oleh anak kandung itu sungguh sangat menyakitkan bagi seorang ibu. Sangat menyakitkan. Tega. Apakah dia tidak ingat seorang ibu mengandung sembilan bulan? Melahirkan seperti itu sakitnya.

Merawat menyusui hingga dia dewasa,” kata DF dengan mulut bergetar saat menceritakan kasusnya kepada Radar Semarang, Selasa (19/1). DF mengatakan, setelah bercerai dengan suaminya, dia dituntut anaknya menyerahkan mobil Toyota Fortuner yang selama ini dipakai bekerja.

Menurut DF tuntutan itu diajukan berawal dari penjualan mobil Toyota Yaris miliknya yang dibeli atas nama sendiri. “Buktinya ada. Atas nama saya sendiri,” tegasnya.

Mobil tersebut dijual pada awal Januari 2013 kepada teman anaknya.malang benar seorang ibu, yang melahirkan dan membesarkan dengan tangisan dan penuh dengan harapan, nanti kelak membantu orang tua, tetapi sebaliknya sweorang anak melaporkan ibunya ke hukum. (budi yanto/henri/pn)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments