Dihajar habis-habisan, Babak Belur sangat memilukan diseret-seret masuk Ruangan Penyiksaan yang dikoordinir SATPAM dan OKNUM SUMARECON - POSTBANTENNEWSPOSTBANTENNEWS google.com, pub-5724752989811170, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Dihajar habis-habisan, Babak Belur sangat memilukan diseret-seret masuk Ruangan Penyiksaan yang dikoordinir SATPAM dan OKNUM SUMARECON

Jakarta, postbantennews.com

Dr.Bernard B Birvan Siagian SH.MH.Waketum GAKORPAN dan ia juga LSM GAKORPAN, mengutuk keras terhadap pihaknya pengembang samarecon yang arogan dan meniaya Agus Darma tampa ada perlawanan, ini kiha harus di kenakan Ham.

Kejadian Agus Darma di siksa Pada hari Rabu 20/04/22.Jam.11.00.Berlokasi di Cluster Maxwell jalan Cluster Maxwell no.28.TANGSEL.Terjadi Tindakan melawan hukum Kasus pengeroyokan Insan PERS atas nama korban “AGUS DHARMA WIJAYA”.Yang tinggal diSerpong

“Dihajar habis-habisan, Babak Belur sangat memilukan diseret-seret masuk Ruangan Penyiksaan yang dikoordinir SATPAM dan OKNUM SUMARECON dengan alasan tertentu menggunakan Jasa sekitar 50 Orang Preman .di Bulan Puasa Yang penuh Barokah”, katanya  Dr.Bernard B Birvan Siagian SH.MH

Bulan Suci Ramadhan ini. Katanya Atas Dasar Perintah BOS.SUMARECON.TANGSEL.Secara membabi buta Korban Agus Dharma Wijaya yang berprofesi sebagai Kuli Tinta atau Insan PERS tersebut .diseret paksa .dimasukkan kedalam suatu ruangan

Catur Winata  Forum Aksi Aliansi Masyarakat Peduli Hukum Ketua (FA-MUH) mengatakan Dasar Biadabnya lagi dikunci dari dalam seharian oleh Pelaku sampai di Evakuasi oleh Jajaran Kepolisian Polres Tangsel dalam keadaan Babak Belur .Tulang iganya patah lebam .penuh darah mengering di wajahnya.

Tidak punya hati nurani kemanusiaan di Bulan Suci Ramadhan yang Sakral ini, Hingga Kamis Pagi ini Puluhan Anggota Massa Dari Koalisi Wartawan Indonesia Bersatu yang Saat lalu Berdemo di Dewan Pers dan MabesPolri menuntut tentang Existensi Perlindungan HUKUM

Berkaitan dengan Maraknya “KRIMINALISASI WARTAWAN” Sebuah Profesi Mulya Pencari Berita selaku Pengejawantahan UUPERS.JURNALIS INDEPEDENSI.WARTAWAN” Sekaligus Kontrol Sosial dan Edukativ Masyarakat.

“Kog tega-teganya dianiyaya dan diperlakukan “SADISME” dan Tidak Manusiawi.layaknya Binatang oleh Oknum PT.SUMARECON.tesebut”, katanya.

“Saya di injak-injak, saya di pukul, dan surah barang-barang berkemas, tinggalkan rimah kamu itu, rimah kamu sudahb di sita oleh Pigak PT. SUMARECON, jika todak angkat kaki anak istri kamu saya siksa juga”, katanya Agus Darma menirukan satpam kulit hitam.

(henry/postn)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments