Brigjen Pol Amur Chandra Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menjelaskan alasan kenapa nama mantan caleg PDIP Harun

Jakarta, postbantennews

Brigjen Pol Amur Chandra Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menjelaskan alasan kenapa nama mantan caleg PDIP Harun Masiku tidak masuk dalam situs resmi National Central Bureau (NCB) Interpol setelah diterbitkannya “red notice”. Polri dan KPK lengah. Kemungkinan sampai saat ini para Polri dan KPK akan coba lacak keberadaan Harun Masiku di luar.

Tidak tertutup kemungkinan, Sekretaris NCB Hubungan Internasional (Hubiter) Polri Brigjen Pol Amur Chandra di Mabes Polri, Jakarta, Selasa, mengatakan hal tersebut karena alasan teknis dari penyidik Polri maupun KPK yang tidak memilih kolom publikasi untuk umum “red notice” Harun Masiku yang ada pada kolom bawah situs Interpol Lyon.

Kata Brijen Pol Amur Chandra, waktu dekat ini akan tertangkap. “Dalam mekanisme kami meminta kepada Interpol dalam menerbitkan ‘red notice’ itu, pada kolom bawah Interpol Lyon itu menyertakan dua kolom permintaan apakah ‘red notice’ itu di-‘publish’ atau tidak, pilihan itu tergantung penyidik kami yang meminta,” kata Amur.

Amur menjelaskan, mekanisme penerbitan “red notice” Harun Masiku sudah selesai dan penyidik KPK maupun Polri memilih untuk tidak mempublikasikan-nya untuk masyarakat umum.

Menurut dia, jika penyidik meminta untuk di-“publish” maka “red notice” Harun Masiku masuk ke dalam situs yang bisa dilihat orang umum. “Jadi orang yang melihat ‘website’ (situs) itu melihat bisa mengetahui,” ujarnya.

Amur memastikan, walau “red notice tersebut tidak dipublikasikan untuk umum, tetapi sudah masuk dalam jaringan i427 Interpol yang tersebar ke 124 negara anggota, dan data tersebut masuk ke dalam data setiap pintu perlintasan.

“Jadi pada saat itu penyidik minta tidak untuk di-‘publish’ tentunya keinginan untuk percepatan,” kata Amurm

Menurut Amur, akan sulit lagi jika penyidik meminta untuk “red notice” Harun Masiku dipublikaso, karena akan ada pertanyaan dari Interpol Lyon yang berkedudukan di Prancis yang dikhawatirkan memperlambat proses pencekalan Harun Masiku.

“Apabila minta dipublis nanti Intepol Lyon akan bertanya kembali ke penyidik, kenapa ini minta di-‘publish’ apakah ini perkara yang sangat besar dan memerlukan penanganan segera, banyak nanti akan ‘tiktoknya’, pertanyaan berulang kembali, sedangkan penyidik yang inginkan percepatan,” tutur Amur. (henry/pn/ant)

sponsor

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments