google.com, pub-5724752989811170, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Diduga pembagian bantuan sembàko tìdak sesuai pembagian, banyak warga komplen

Tangerang kab, postbantennews

Pihak Dinas akan turun memeriiksa Diduga Penyaluran Bantuan BPNT di Desa Pasir – Kronjo Jadi Ajang Monopoli Oknum Tak Bertanggung jawab, jumat (25/02)

“Pihak dinsos àkan turun mematikan apa yang diduga pihak pedamping di duga ada main mata pada penyalurkan bantuan sembako”, kata yanto dari warga

Pelaksanaan penyaluran Bantuan Program Sembako dari Kemensos RI yang disalurkan melalui PT. Pos Indonesia yang diselenggarakan di Kantor Desa Pasir, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang pada Kamis lalu (24/02/2022) menuai sejumlah protes dan dikeluhkan para penerima manfaat,

Pasalnya bantuan yang berupa uang tunai harusnya diterima KPM setelah itu KPM membelanjakan sendiri uang tersebut menjadi Sembako ke e- warung/ Brilink

Namun faktanya dilapangan diduga KPM seperti dimonopoli harus ambil sembako di Kantor Desa, dan ditambah lagi sembakonya pun tak sesuai harapan mereka baik dari segi kuantitas maupun kualitas serta tidak memenuhi prinsip tepat harga.

Berdasarkan Fakta Awak Media melakukan investigasi dilapangan menemui salah satu penerima manfaat, salah satu KPM Lena (50) warga Kampung Pasir, Desa Pasir Kecamatan Kronjo saat diwawancara ,ia menjelaskan bantuan program dari Kemensos RI sebesar Rp.600.000,- untuk tiga bulan periode Januari, Februari dan Maret tahun 2022 dan kami terima tunai itu di Kantor Desa,” terangnya.

“Saya merasa kecewa karena uangnya tidak boleh di bawa pulang, harus dibelanjakan berupa sembako yang sudah ada dikantor Desa, padahal kami berhak membeli sesuai kebutuhan kami saja,” ujarnya

“Namun apalah daya terpaksa kami (KPM) nurut saja pulang dengan membawa sembako karena kalau kami bawa pulang berupa uang tunai sebesar Rp 600.000,- tersebut kata pak RT nya nanti kami para (KPM) kedepannya tidak akan menerima bantuan lagi, “ungkap Lena dengan nada kecewa karna tidak bisa membawa pulang bantuan berupa uang tunainya.

Lanjut Lena saya merasa lebih kecewa lagi karena setelah di hitung ternyata kuantitas sembakonya jauh dari nilai uang bantuan Rp 600.000, ternyata setelah dihitung dari Harga Eceran Tertinggi (HET), malah tidak mencapai dari Rp. 500 ribu”.pungkasnya.

Sementara itu Ulumudin selaku Sekertaris Desa (Sekdes) Pasir Kecamatan Kronjo saat di mintai tanggapannya mengatakan, kami selaku Pemdes hanya sebatas memfasilitasi tempat untuk pendistribusian bantuan kepada KPM warga di Desa Pasir saja. Sedangkan untuk masalah logistik ataupun Item sembako semuanya sudah disediakan dan dikirim ke Kantor Desa Pasir ini oleh Agen Brilink seperti biasa, yaitu H. Tohari/mumu yang berdomisili di kampung Pekapuran Kecamatan Kronjo, jadi kalau mau lebih jelasnya kesana aja,”tandasnya.

Selanjutnya Awak Media pun mencoba menghubungi lewat pesan WhatsApp, Agen Brilink tersebut atau pemilik Agen Brilink mengatakan, “Benar Item sembako yang diterima oleh KPM di kantor Desa Pasir tersebut saya yang kirim, seolah tak bersalah,” jawabnya singkat

Ari Ariyanto/postn

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments